Perbedaan Proses Printing dan Cabut pada Batik - Jual Seragam Batik Solo Berkualitas | Kebon Batik

Perbedaan Proses Printing dan Cabut pada Batik

3 tahun yang lalu

Dalam proses pembuatan kain batik, ada teknik pembuatan yang cukup bisa menekan biaya produksi. Meskipun sebenarnya, kain hasil dari proses ini tidak bisa dibilang sebagai kain batik, karena tidak menggunakan wax/lilin sebagai perintang warnanya. Akan tetapi, ditengah banjirnya motif batik dipasaran, proses ini lazim disebut sebagai salah satu proses pembuatan batik.

Proses Printing
Proses printing sendiri adalah proses mencetak motif kain batik dengan menggunakana alat cetak. Bisa manual dengan screen batik yg dioperasikan secara manual seperti proses sablon kaos atau yg sering kami sebut sebagai printing manual. Atau bisa juga dioperasikan dengan mesin yang biasa kami sebut printing mesin. Dari kedua proses tersebut, pasti ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan dari printing manual adalah kain yg digunakan harus full katun/organik. Karena proses manual menggunakan pewarna dingin, jadi pewarna yang dipakai hanya bisa meresap ke serat-serat kain yg berbahan organik. Berbeda dengan printing mesin, kain yg digunakan bisa organik atau polyester. Dengan print mesin, pewarna yang digunakan bisa dalam kondisi panas, jadi sangat bisa diaplikasikan di media kain dengan bahan apapun mulai dari kain yang bagus sampai kain yg kasar seperti plastik kresek. Jadi, sebelum memutuskan membeli batik dengan proses print mesin, pastikan kain yg dipakai adalah katun bukan poliester, karena poliester jika dipakai panas kurang cocok dipakai di Indonesia yang beriklim tropis.

kekurang dari masing-masing proses itu sendiri, tentunya yg manual memakan waktu produksi dan produksinya terbatas. Berbeda dengan print mesin, sekali poduksi bisa mencetak ribuan lembar kain, tentunya sangat efektif dan effisien. Celah inilah ini lah yang digunakan para produsen besar (China) untuk merusak pasar batik. Karena mereka bisa menjual batik dengan harga yg lumayan tidak masuk akal. Mereka tidak mengejar margin yg besar, tapi kuantitas yg besar. Tapi, kita sebagai pengguna batik, harus cermat memilih batik. Tidak hanya yg menarik dimata, tapi juga nyaman dipakai, karena tidak ada barang bagus yang dijual murah.

Ciri-ciri kain batik printing
1. Motif depan belakang tidak sama, jadi sangat mudah membedakan motif bagian depan dan belakangnya.
2. Harganya murah
3. Motifnya sangat rapi
4. Kainnya tidak selalu katun, bisa non organik. Jadi ketika kita menemukan kain non organik, sudah bisa dipastikan prosesnya adalah print mesin.

Proses cabut
Proses cabut sendiri adalah proses printing manual yg disertai dengan proses pencabutan warna. Warna yg sudah menempel dikain, ditambahkan sebuah obat untuk menghapus warna yg sudah menempel di kain pada proses screening sebelumnya. Warna yg sudah dihapus itu, kemudian ditimpa dengam pewarna manual atau pewarna lain.
Kelebihan dari proses ini, kain yg dihasilkan motif depan belakang tembus. Jadi, kalo tidak hati-hati cukup sulit membedakan mana depan dan mana belakang.
Kelemahan dari batik ini, karena prosesnya lebih panjang dari proses printing manual, tentunya membuat harga jual dari batik ini lebih mahal dari printing.

Ciri-ciri kain batik cabut
1. Motif depan belakang sama
2. Biasanya motifnya tidak rapi
3. Bagian ujung kain biasanya ada sisa kain yang tidak ikut diproses kurang lebih 3-5 cm
4. kain yg digunakan adalah organik, jadi adem dipakai

tulisan diatas ditulis berdasarkan pengalaman pribadi sebagai bakul kain batik.

Rahmad Gan Batik
@kebonbatiksolo



Artikel Terkait


Artikel terkait tidak ditemukan